Sebuah perjalanan cinta [part1]…

Catatan Harian  Tagged , 6 Comments »

BismiLLahi aRRohman aRRohim…

Ya! Perjalanan kali ini masih berhubungan dengan tulisan sebelumnya. (jangan kaget kalau nanti tulisan ini akan sangat panjaaaaang) (smile)

Berawal dari sebuah berita yang dikabarkan oleh mbak Vit melalui telephone, kebetulan waktu itu (Selasa, 10/03/09 pukul 18:10) ãñÐrî baru pulang dari kantor (yang seharusnya sudah pulang jam 16:00 tapi karena pekerjaan yang mendesak, akhirnya lembur dikit). Tepatnya disebuah warung makan padang, selesai andri melahap makan sore menjelang malam setelah berhujan-hujan dengan jaket yang masih basah, yang kira-kira isi percakapannya seperti ini :

Mbak V3 : “Assalamu’alaikum dek, udah denger kabar Mamah dek?”

ãñÐrî : “Wa’alaikumsalam WarohmatuLLohi Wabarokatuh, belum mbak vit… ada kabar apa ya?”

Mbak V3 : “Mamah kecelakaan dek, pake motor” (terdengar isak tangis)

ãñÐrî : “InnaliLLah… kapan mbak dimana? trus sekarang ada dimana?” (dengan denyut jantung tak terkontrol)

Mbak V3 : “di Nggentan dek, ini sekarang lagi ada di Panti Nugroho” (masih terisak)

ãñÐrî : “Ya Alloh mbak… kok bisa…”

(percakapan terhenti beberapa saat, sama-sama terisak)

ãñÐrî : “Ceritanya gimana mbak?”

Mbak V3 : “Jadi mamah naek motor, ada mobil kijang yang pengen nyalip motor disamping mamah, motor itu boncengan bertiga… mobil kijang nabrak motor tadi yang bonceng bertiga, mamah kejatuhan motor itu” (isak tangis mbak vit semakin terdengar)

ãñÐrî : “Ya Alloh, AstaghfiruLLohaladzim… trus sekarang keadaan mamah gimana? posisi ada dimana sekarang?”

Mbak V3 : “Masih di Panti Nugroho, barusan udah dirontgen beberapa kali, trus mbak vit tanya ke dokternya : “Gimana dok hasilnya?” kata dokternya : “Tangan kanan ibunya retak mbak” mbak vit tanya lagi : “Retak dok? tapi cuma retak biasa kan? separah apa dok?” kata dokter : “Biasa gimana? ini ga bisa dibilang biasa ini! wong hampir puthul gini!”" (isak mbak vit terdengar lagi)

(percakapan terhenti lagi)

ãñÐrî : “Ya Alloh mbak… trus gimana? tapi mamah masih sadar kan? ada luka lain nggak mbak?”

Mbak V3 : “Mamah masih sadar dek, ngobrol juga masih lancar… yang luka kaki kanan lecet, tangan kiri jari-jarinya juga lecet”

(percakapan terhenti lagi)

Mbak V3 : “Trus kacamata mamah juga pecah dek, Ya Alloh… tapi untung mata mamah ga kena pecahan kaca, trus bibir bagian atas ada luka sedikit… tapi cuma dikit”

(percakapan terhenti lagi)

ãñÐrî : “Trus penanganan dokter udah apa aja mbak? Keluarga Jakarta udah ada yang ngabarin belum?”

Mbak V3 : “Baru diobati yang luka-luka dek, kalau untuk tangan yang retak kalau disini harus nunggu dokter specialist tulang dulu, adanya hari Jum’at, mbak vit belum ngabari siapa-siapa baru adek aja”

ãñÐrî : “Waduh kok gitu sih mbak, musti nunggu-nunggu gitu… ya udah mbak vit yang penting konsentrasi ke mamah dulu, biar keluarga Jakarta adek yang ngabarin, usahain langsung ditanganin ya mbak, jangan nunggu dokter itu aja”

Mbak V3 : “Ya udah dek, doain ya mudah-mudahan mamah ga papa”

ãñÐrî : “Iya mbak, InsyaAlloh…”

Mbak V3 : “Assalamu’alaikum…”

ãñÐrî : “Wa’alaikumsalam warohmatuLLohi wabarokatuh…”

Ngga kerasa air mataku pada waktu itu udah ngalir deras, orang-orang yang ada diwarung itu mungkin pada heran (soalnya percakapan diatas dilakukan dalam bahasa jogja / jawa). Langsung aja setelah itu bayar makan, langsung pulang ke kostan dalam kondisi masih gerimis dan jaket masih basah.

Setibanya di kostan langsung ambil air wudhlu untuk Sholat Magrib, dalam sujud  terselip do’a, “Ya Robbi… berikan yang terbaik untuk ibu hamba, peliharalah beliau dan lancarkanlah proses penyembuhan ibu hamba” dll (agak lupa tepatnya do’a waktu itu) yang jelas air mata ini meleleh lagi, dalam kerendahan diri menyembah Sang Kholiq.

Selesai sholat, langsung menyambar handphone untuk memberi kabar saudara yang mungkin belum dikabari, mencoba merangkai kata-kata agar mereka tidak terlalu shock seperti yang ãñÐrî alamin tadi. Pertama yang ãñÐrî telfon adalah mas Budi, kira-kira begini percakapannya :

ãñÐrî : “Assalamu’alaikum mas”

Mas Budi : “Wa’alaikumsalam, ada apa dek?”

ãñÐrî : “Mmm mas, udah denger kabar dari Jogja belum?”

Mas Budi : “Kabar apa dek? belum kok, beluma ada yang nelpon ngabari apa-apa?”

ãñÐrî : “Gini mas, tadi mbak vit telpon, katanya mamah kecelakaan pake motor… tapi sekarang udah ada di Rs. Panti Nugroho, kabar terakhir yang ãñÐrî denger katanya tangan kanan retak”

Mas Budi : “InnaliLLahi wa inaiLLaihi roji’un… trus keadaan mamah terakhir gimana dek?”

ãñÐrî : “Biar lebih jelas Mas Budi telpon Mas Adi atau mas Rully aja mas, biar lebih jelas… soale adek tadi denger dari Mbak Vit sambil sesenggukan, skalian kabarin sodara-sodara yang di Jakarta ya Mas, pulsa adek blm diisi lagi, dan mungkin kalo mas yang ngomong bisa lebih halus biar ga ngagetin, jangan lupa do’ain mamah ya mas”

Mas Budi : “Ya udah dek, mas mau nelpon ke Jogja dulu… ntar keluarga Jakarta mas yang nelpon, adek sekarang dimana?”

ãñÐrî : “Masih dikostan mas, baru pulang dari kantor kehujanan. Oya mas, ntar kalo mau pulang ke Jogja kabarin adek dulu ya mas, insyaAlloh mau bareng”

Mas Budi : “Ya udah kalo gitu, ya insyaAlloh dikabarin nanti… Assalamu’alaikum…”

ãñÐrî : “Wa’alaikumsalam WarohmatuLLohi Wabarokatuh”

(percakapan dengan Mas Budi Via telpon berakhir)

Setelah itu ãñÐrî kembali membayangkan keadaan bunda (panggilan sayang ãñÐrî kepada beliau) dan air mata ini meleleh lagi (cengeng banget ya? padahal untuk yang namanya nangis terus terang, ãñÐrî paling susah banget… seringnya kalau sedih cuma berasa ngganjel dada ini)

(ãñÐrî malah tertidur dengan sarung yang masih terpakai & handphone masih dalam genggaman)

Terbangun sekitar pukul 00:30 karena bunyi handphone yang ada digenggaman, pas dilihat dengan tingkat kesadaran yang belum sempurna ternyata Mas Budi yang nelpon, percakapannya kira-kira begini :

ãñÐrî : “Assalamu’alaikum mas”

Mas Budi : “Wa’alaikumsalam, ditelpon kok susah bener dek?”

ãñÐrî : “Iya mas, ketiduran tadi… lumayan cape kerja dari pagi sampe sore banget, trus dapet kabar itu”

Mas Budi : “Cuma mau ngasih tau, Mas Budi sekarang ada di Rawasari… katanya tadi kalo mas mau berangkat ke Jogja suruh ngabarin, Mas Budi insyaAlloh pagi ini mau berangkat, kalau mau bareng ke Rawasari aja nanti berangkat dari sini”

ãñÐrî : “Iya mas, bareng aja… adek abis ini siap-siap trus berangkat”

Mas Budi : “Ya, yang penting mas udah ngabarin ya”

ãñÐrî : “Iya mas, makasih ya”

Mas Budi : “Ya sama-sama, Assalamu’alaikum”

ãñÐrî : “Wa’alaikumsalam WarohmatuLLoh Wabarokatuh”

(melihat jam dinding lagi dan tersadar kalau belum sholat isya)

Pas melihat handphone setelah percakapan diatas tadi dilayar kecil itu terdapat tulisan kalau ada belasan panggilan tak terjawab (angka pastinya lupa) setelah dibuka list nya, ternyata saudara-saudara menghubungi + beberapa teman. Setelah membuka panggilan tak terjawab, dilayar masih ada beberapa pesan baru (angka pastinya juga ga inget) pas dibuka juga ada sms dari keluarga dan juga dari temen. Salah satu dari temen adalah kabar bahwa Dadang (temen yang tinggal di Ciampea - Bogor) meninggal dunia, InnaliLLahi wa inaiLLaihi roji’un… sepintas terbayang keceriaan Dadang yang sering banget becanda kalau pas ketemu di Ciampea. Arie (sahabatku, temen kuliah, temen kerja, temen diskusi, dll) telah menuliskannya di Jendela-nya.

Keharuan itu bercampur dengan keharuan yang lebih mendalam (karena belum tau secara pasti keadaan bunda) Yaa Robb… kalau Engkau berkehendak, tak satupun dapat menghalanginya…

Teringat kembali bahwa kewajiban hamba terhadap Robb-nya belum didirikan, langsung ambil wudhu dan mengangkat kedua tangan seraya bertakbir : “Allohuakbar” sebagai bukti pengakuan, keimanan bahwa diri ini sangat kecil dihadapan Sang Kholiq.

Setelah sholat isya langsung berkemas barang-barang untuk dibawa selama di Jogja, memasukkan 2 kaos dan 2 celana kedalam tas, memasukkan kedua charger handsetku dan membawa 3 buku untuk dibaca di perjalanan dan mungkin nanti akan dibaca selama menunggu Bunda di rumah sakit.

Sebelum berangkat sempat menghidupkan PC dan menuliskan Mohon Do’anya untuk ibunda, semoga proses pemulihan Ibunda Tercinta cepat dan lancar, mudah-mudahan diberi kesembuhan oleh Alloh Subhanahu Wata’ala dan diberikan yang terbaik untuknya. Amin, dan sempat membuat tred di plurk.com dll melalui ping.fm

Setelah itu langsung mengeluarkan blacky untuk mengantarkanku ke Rawasari (tempat Mbak Dewi). Perjalanan kesana tarik ulur… maksudnya diantara pengen buru-buru sampai, bercampur dengan kehati-hatian mengingat kondisi pikiran yang campur aduk. Jadi pas bisa konsen, blacky kupacu dengan agak kencang, tapi pas keingetan lagi, gasnya dikendorin lagi.

Sesampainya di Rawasari sekitar jam 03:40 (maklum jalanan Jakarta sepi kalau malem) langsung disambut oleh Mbak Dewi yang belum tidur, beliau berusaha tersenyum dengan menyembunyikan kesedihan. Begitu masuk ke rumah beliau langsung memanaskan air untuk membuatkan secangkir kopi untuk adek bontotnya ini, obrolan pun dimulai… mulai dari kronologis singkat tentang kecelakaan Bunda, sampai ke saran beliau (Mbak Dewi) kepada saudara-saudara yang ditelponnya dalam menyikapi kejadian ini, SubhanaLLoh…

Beberapa waktu kemudian muadzin mengumandangkan seruan agar umat Muslim mendirikan Kewajibannya, kembali mengambil air wudhu untuk mendirikan sholat subuh sembari mendoakan Bunda lagi agar diberikan yang terbaik oleh Robb Semesta Alam. Sementara Mbak Dewi dan Bulik Yun menyiapkan sarapan untuk disantap sebelum berangkat ke Jogja.

Setelah sarapan, kami berlima : Mas Budi, Mas Indra, Mbak Dewi, Bulik Yun dan ãñÐrî segera berjalan ke depan (Jl. Percetakan Negara) untuk mencari taksi, dan akhirnya memutuskan untuk ke St. Gambir dan menempuh perjalanan dengan menggunakan Kereta Api Argo Dwipangga.

Selama di Stasiun sempat membuat tred di plurk.com untuk mencatat perjalanan ini dalam sebuah garis waktu di micro blog dan akhirnya ãñÐrî berangkat ke Jogjakarta untuk sebuah Perjalanan Cinta…

didalam kereta api

____________

*mulai ditulis 14/03/09 pukul 08:18, sementara diakhiri 17/03/09 pukul 02:05 dan insyaAlloh akan bersambung ke Sebuah Perjalanan cinta [part2]…

Mohon Do’anya

Catatan Harian  Tagged , , 11 Comments »

BismiLLahi aRRohman aRRohim…

Tadi sore dapat kabar kalau Ibunda Sri Hayati Nawawi tercinta kecelakaan dengan menggunakan motor, kabar yang andri denger setelah di rontgen tangan kanan mengalami keretakan yang lumayan parah.

Mohon Do’a dari temen-temen semua, semoga proses pemulihan Ibunda Tercinta cepat dan lancar, mudah-mudahan diberi kesembuhan oleh Alloh Subhanahu Wata’ala dan diberikan yang terbaik untuknya. Amin

________________________________________________

*ditulis pada saat bersiap-siap berangkat ke jogja (02:50 am)

http://ndri.info Pindah Kontrakan

Internet, blogging, cool stuff, web desain  Tagged , , , 3 Comments »

AddonBismiLLahi aRRohman aRRohim…

Tepatnya tanggal 6/3/09 (6+3=9) hehee, kontrakan (hosting) dari http://ndri.info berikut sub-domain sub-domain nya ãñÐrî pindahkan ke tempat yang lebih leluasa. Sempet juga bikin thread di plurk, disitu ketauan ãñÐrî mulai mindahin server hosting ini jam 03.40 (padahal kondisi badan lagi kurang enak, diawali dengan radang tenggorokan, menyusul batuk, pilek dan pada malem itu panas dingin). Tapi karena siangnya udah tidur seharian, akhirnya malemnya tidur ga bisa nyenyak… sempet bikin tred juga di plurk pas kebangun malem-malem. (smile)

Oke, sambil pengen share juga buat temen-temen yang belum pernah / belum tau caranya gimana mindahin dari hosting lama ke hosting yang baru (mungkin udah pada tau semua, orang cukup mudah kok caranya). Berikut ini adalah langkah-langkahnya :

  1. Masuk dulu ke admin area registrar Domain lama. (gambar1)
  2. Cari bagian Managed DNS / Modify NS (Name Server)
  3. Rubah ns1, ns2, [ns3 & ns4] (biasanya 2 - 4)  dari hosting lama menjadi ns hosting baru (gambar2 & gambar 3)
  4. Klik submit (biasanya update name server ini bisa memakan waktu sampe 24 jam, tapi normalnya 1-2 jam udah terupdate)
  5. Login ke CPanel (control panel) hosting baru
  6. Cari bagian Addon Domains
  7. Masukkan informasi domain yang akan dipindahkan hostingnya (gambar 4)
  8. Klik Add Domain
  9. Selesai dehhh

Proses berikutnya tinggal memindahkan file-file yang ada di hosting lama ke hosting baru dengan menggunakan ftp.

Oya, alasan untuk migrasi hosting macem-macem… ada yang karena hosting lamanya penuh (cost untuk upgrade dengan menyewa hosting baru kadang lebih murah menyewa hosting baru), ada yang alasan load time, mungkin juga pindah lokasi server (dari usa ke iix atau sebaliknya), dan lain-lain.

Mudah-mudahan setelah http://ndri.info ini transmigrasi bisa lebih bermanfaat lagi buat yang berkunjung umumnya, khususnya ya buat andri sendiri.

Berikut ini gambar-gambar yang mungkin membantu :

Gambar 1

Control Panel Login (Gambar 1)

Gambar 2

Domain Name Server Hosting Lama (Gambar 2)

Gambar 3

Domain Name Server Hosting Baru (Gambar 3)

Gambar 4

Menambahkan Addon Domain (Gambar 4)

Kalau yang ini mungkin yang belum pernah nyoba mengupload file menggunakan FireFTP

andri-menguploadfiledenganfireftp.pdf

Jadi kalau memang pindah hosting bisa lebih baik, kenapa harus ragu-ragu…!

_________________________________________

*note : tulisan ini udah 4 hari ngendon di draft, hahahaaa (lol)

Live Chat dengan pengunjung Web menggunakan Hab.la

Internet, Tutorial, cool stuff  Tagged , 8 Comments »

Hab.laBismiLLahi aRRohman aRRohim…

Salah satu cara untuk berkomunikasi dengan pengunjung website yang kita kelola adalah dengan menggunakan live chat, dengan live chat kita bisa berinteraksi secara langsung dengan pengunjung website agar dapat terjadi komunikasi dua arah. Apalagi website untuk keperluan bisnis, yang dibutuhkan adalah komunikasi dan kepercayaan, mengingat jarak dan waktu yang sangat dimunkingkan berbeda.

Nahhh, kalau punya akun google, aim atau jabber, kita bisa memanfaatkannya untuk ber-live chat ria kepada pengunjung setia website yang sedang online, penasaran? Mari lanjutkan perjalanan kita…

Selengkapnya : andri-livechatdenganpenjunjungwebsitemenggunakanhabla

___________________________

tulisan ãñÐrî di IlmuKomputer.org

Yang kulakukan bulan ini

Catatan Harian  Tagged , , , 6 Comments »

bulan PebruariBismiLLah… aRRohman… aRRohim…

Refleksi untuk menelisik bias dari tindak-tanduk memang terlalu panjang untuk ditorehkan dalam kurun tahunan. Untuk itu ãñÐrî pengen nyoba menuliskannya untuk bulan ini, dan mudah-mudahan bulan-bulan berikutnya.

28 hari memang terasa sangat singkat untuk menimba dan berbagi ilmu. Tapi angka itu sangat panjang untuk melakukan kebodohan dan kekonyolan.

Here is :

Kebodohan dan atau kekonyolan bulan ini :

  1. Masih belum bisa meninggalkan dunia kalong, tau kan?
  2. Kopi dan Roko bukannya tambah sedikit, setelah recalculate ternyata tambah banyak, hiks, ini masih berhubungan dengan #1
  3. Belum bisa atleast mengurangi point #1 & #2 berhubungan dengan Resolusi 2009
  4. Lagi lagi moodie yang menghantui pekerjaan desain, dipaksa hasilnya jelek… ditunda ga selesai-selesai, sementara deadline didepan mata
  5. Malas membuat materi praktek yang baru, akhirnya yang lama yang dikeluarkan
  6. Susah banget ngatur pengeluaran, sampe hal-hal yang penting malah terlewatkan
  7. Terlalu banyak rencana dikepala, realisasinya…?
  8. Sering menunda-nunda pekerjaan (dezikkk)
  9. Males nyuci, padahal baju sendiri
  10. Ada tagihan yang belum dibayar, mudah2an ga kepenalty nanti
  11. Lagi-lagi males bikin artikel, bulan ini baru bikin 4 untuk ilkom, padahal masih ada beberapa konsep yang belum jadi, ditambah mulai males lagi baca buku
  12. Entah ini kebodohan atau kekonyolan, bulan ini lagi males kemana-mana, ngeremmm mulu. sampe-sampe si blacky ga pernah keluar-keluar, bahkan jarang dicuci.

Selain diatas (yang harus sering mengucapkan AstagfiruLLoh), mungkin ada beberapa yang udah ãñÐrî perbuat bulan ini yang ãñÐrî harus berucap syukur AlhamduliLLah kepada Sang Kholiq.

Here is :

  • Mendapat sebuah orientasi untuk sebuah pekerjaan yang mmm… lumayan lahhh
  • Proker sudah terselesaikan & nilai telah terkumpulkan
  • Mendapatkan 5 invitation chi.mp yang ada di andri.mp dan membaginya ke 5 teman
  • AlhamduliLLah sholat sudah mulai rajin, kemushola / kemasjid sudah mulai sering, gairah untuk baca mushaf mulai bersemi kembali
  • Menyuruh anak didikku untuk sholat dan mengunci lab apabila sedang praktikum ketika adzan dikumandangkan
  • Membuat portal untuk alumni dan warga SMA ãñÐrî dulu
  • Ada beberapa earning / refferalku yang udah lumayan rame (hihihiii tinggal waiting time untuk diunduh)
  • Senang bisa membantu beberapa teman dalam membuat / mengedit blognya
  • Mulai aktif di forum linux Indonesia lagi, setelah vakum hampir 2 bulan
  • Gairah untuk berkutat dengan programming muncul lagi, juga mendapatkan hal baru dalam dunia AR (Augmented Reality) dari seminar SEAMOLEC di UI, mau diulik ahhh
  • Nelp bunda, hanya dengan mendengar suara beliau aja udah girang (mudah-mudahan beliau diberikan yang terbaik oleh Alloh, amin)
  • Membuat beberapa artikel ringan di IlmuKomputer.Org diantaranya : Membuat web / blog / forum / portal / dll gratis, Penggunaan Enkripsi MD5 di Visual Basic, Membuat Blog dengan Serendipity dan Mengupload File via FTP dengan FireFTP. Jadi kedepannya blog yang disini buat nulis perjalanan hidup + artikel singkat aja, untuk artikel lengkap bisa diunduh lewat direktori ãñÐrî yang ada di IlmuKomputer.Org

Yep, mungkin baru itu yang ter-capture di kepala akhir bulan ini. Mudah-mudahan yang bodoh & konyol dapat dikurangi atau dihilangkan, yang lumayan dapat dipertahankan atau ditambahkan.

Selamat Tinggal Pebruari, Selamat Datang Maret 2009..!

Kebiasaan Beberapa Blogger (termasuk ãñÐrî, ahahaa)

Catatan Harian, Internet, blogging  Tagged , , , 10 Comments »

Pertamax HabisBismiLLahi aRRohman aRRohim…

Ups, jangan salah pesepsi dengan gambar ilustrasi itu yak, ga ada hubungannya sama BBM ahahaa (lanjutkan membaca, lalu tanya mengapa?). Mungkin judul ini sok tau kali ya? cuma setelah mengalami pernak-pernik blogging (dimulai sekitar tahun 2004, tapi aktif blogging baru dari 2007 kmaren) ãñÐrî pengen nyoba nangkep kebiasaan seorang blogger ketika dalam blogging atau sedang blogwalking alias jalan-jalan ke blog saudara / tetangga.

Berikut ini [mungkin] daftar kebiasaannya (sok tau dikit ahhh, hihiii) :

  1. Selalu membaca tulisan paling hangat alias paling atas, padahal kan belum tentu informasi / yang dibahas di tulisan itu yang dicari / dibutuhkan. Malah kadang ada artikel-artikel lama yang kita belum tau, tapi malah nggak bisa kita dapetin dari blog yang kita jambangi.
  2. You komen I komen, hahahaa… kebanyakan ya gitu, kalo kita udah jalan-jalan ke blognya trus komentar disitu, baru dehhh mau maen balik dan menulis komentar di tulisan teratas alias paling baru.
  3. Kadang ada yang saking rajinnya menulis, sampe-sampe tema yang ditulis terkesan “dipaksakan” dan tidak mengalir. Padahal IMHO biarkanlah log itu mengalir seperti kehidupan kita di dunia ini. Jadi ya kalau punya ide buat nulis ya baru nulis, kalo ngga ya biarkan dulu, toh nanti ada waktunya. Quote lagunya padi ahhh : “Bukankah hidup ada perhentian… tak musti kencang terus berlari… kuhelakan nafas panjang, tuk siap berlari kembali” (music)
  4. Suka sama komentar-komentar yang membagus-baguskan saja, padahal kadang komentar yang kritis yang sifatnya membangun itu ga selalu membagus-baguskan tulisan, blog atau pemiliknya. hihihiii.
  5. Kalau tulisannya panjaaaaaaaaaaaaang, biasanya dibaca baris2 paling atas, tengah sepintas-sepintas, lanjut di paling bawah. Trus bikin komen dehhh, hehee. Padahal kalo ga ngerti ceritanya kadang komennya kurang match dengan apa yang dibahas.
  6. Membuat banyak blog di beberapa layanan gratisan, ahahaaa. Tapi isinya sama semua, tapi yahhh lumayan sihhh biar bisa tenar dimana-mana. hohohooo. Kadang saking banyaknya, ga keurusan dehhh yang selir-selirnya.
  7. Mengincar komen pertamax, yang non subsidi. hohohoo, padahal komen pertamax, keduax, ketigax maupun ke seribux insyaAlloh dibaca sama empunya kalau memang empunya masih aktif dalam merawat blognya. Coba kalau plank itu dipajang dihalaman depan blog, ahahahaa.

Yahhh, sekedar iseng-iseng nulis ini, emang yang lagi terlintas hal ini ya udah ãñÐrî tulis aja. (lol) untuk yang no 1-5 insyaAlloh akan ãñÐrî hindari setelah ini. Tapi kalau yang no. 6 & 7, hohohooo selama ini masih asyik. hhihiii.

Lagi pengen nulis yang ringan-ringan nihhh.

Happy Blogging, Happy Flowing and Keep Smiling ! (smile)

Meng-Upload File Via FTP dengan FireFTP

App Ripyu, Internet, Tutorial, blogging  Tagged , No Comments »

FireFTPBismiLLahi aRRohman aRRohim…

Melanjutkan dari artikel-artikel sebelumnya, ternyata ada beberapa dari temen-temen yang sudah membuat domain namun masih bingung untuk mengupload file-file web yang telah dibuat ke Server penyedia hosting.

Memang metode upload atau mengunggah file ke Server hosting bisa dengan berbagai metode, tergantung dari fasilitas yang disediakan oleh perusahaan penyedia hosting. Metode tersebut diantaranya : Web Based Upload, SSH/Shell Access, Telnet, Web Dav / Web Drive, scp, rsync, FTP dan lain-lain. Namun yang akan kita kupas disini adalah : FTP atau File Transfer Protocol.

Download Tulisan Lengkap : andri-menguploadfiledenganfireftp.pdf

Belajar menjadi “Makmum” yang baik, sebelum menjadi “Imam” yang baik

Catatan Harian, pendidikan  Tagged , , , , 15 Comments »

makmum->imamBismiLLahi aRRohman aRRohim…

Tulisan ini terinspirasi saat berdiskusi ringan setelah mengajak salah satu teman kerja ãñÐrî untuk sholat di masjid (masih berkaitan dengan Resolusi 2009). Pada waktu itu (blm lama sih sebenernya) sambil berjalan ke Masjid ãñÐrî berbincang dengan teman kira-kira begini :

  • ãñÐrî : “Yuk sholat ke masjid, didepan komputer berlama-lama aja betah, jalan kemasjid kan cuma sebentar”
  • temen : “Ntar dulu ahh ndri, rasanya bajunya dah ga enak, perasaan kotor”
  • ãñÐrî : “Tapi bukan najis kan?”
  • temen : “(tersenyum kecil)”
  • ãñÐrî : “Ayolahhhh, siapa lagi yang mau mengisi masjid tercinta kita kalo bukan orang-orang yang dekat”
  • temen : “(masih tersenyum dan masih duduk didepan komputernya)”
  • ãñÐrî : “Yuk, ruangan bisa dikunci dulu… toh ndak bakalan digondol kucing ruangannya (sambil tersenyum juga)”
  • temen : “(sambil berjalan ringan, meninggalkan pekerjaannya di komputer)”
  • ãñÐrî : “(sambil berjalan juga, mengimbangi temen yang berjalan agak didepan… sambil merangkul pundaknya) gitu dong pak **** Gimana bisa menjadi Imam yang baik kalau belum bisa menjadi Makmum yang baik”
  • temen : “Heheee… iya juga, boleh juga tuh teorinya”
  • ãñÐrî : “dan bukan cuma teori pak, harus dipraktek’kan… Kalau mau jadi Imam yang baik, ya harus bisa jadi Makmum yang baik dulu”
  • temen : “Iya, sebenernya niat sih ada… tapi ya gitu, pelaksanaannya kadang terbengkalai”

(percakapan terputus sampai sini, karena sudah mendekati masjid)

Dari percakapan ringan itu, ãñÐrî terinspirasi untuk menuliskannya ke blog ini, karena setelah dipikir-pikir hal tersebut mungkin gak cuma bisa diterapkan dalam hal sholat berjamaah, tapi bisa juga diterapkan pada kehidupan sehari-hari, entah dalam keluarga… pekerjaan… sekolah… kampus… masyarakat… dan lain-lain.

Seorang Ayah yang baik biasanya dulunya berasal dari anak, dan tentu saja anak yang baik. Seorang Pimpinan yang baik biasanya dulunya berasal dari anak buah, dan tentu saja anak buah yang baik. Seorang Guru / Dosen yang baik biasanya dulunya berasal dari murid / mahasiswa, dan tentunya murid / mahasiswa yang baik. Seorang RT, Lurah, Walikota, Kepala Daerah, Gubernur bahkan Presiden yang baik dulunya juga seorang Rakyat biasa, dan mudah-mudahan adalah Rakyat yang baik.

Berhubung media massa sedang gencar-gencarnya kampanye, dan sudah dekatnya Pemilihan Umum baik Legislatif maupun Presiden… ãñÐrî punya pendapat seperti ini :

Tidak mungkin seorang Rakyat yang “Baik”, memilih Pemimpin yang “Tidak Baik”

Maka sebagai “Makmum” yang baik, mari kita pilih “Imam” yang baik…!

Juga… mari Belajar menjadi “Makmum” yang baik, sebelum menjadi “Imam” yang baik…

Belajar menjadi “Makmum” yang baik, sebelum menjadi “Imam” yang baik

Catatan Harian, pendidikan  Tagged , , , , 15 Comments »

makmum->imamBismiLLahi aRRohman aRRohim…

Tulisan ini terinspirasi saat berdiskusi ringan setelah mengajak salah satu teman kerja ãñÐrî untuk sholat di masjid (masih berkaitan dengan Resolusi 2009). Pada waktu itu (blm lama sih sebenernya) sambil berjalan ke Masjid ãñÐrî berbincang dengan teman kira-kira begini :

  • ãñÐrî : “Yuk sholat ke masjid, didepan komputer berlama-lama aja betah, jalan kemasjid kan cuma sebentar”
  • temen : “Ntar dulu ahh ndri, rasanya bajunya dah ga enak, perasaan kotor”
  • ãñÐrî : “Tapi bukan najis kan?”
  • temen : “(tersenyum kecil)”
  • ãñÐrî : “Ayolahhhh, siapa lagi yang mau mengisi masjid tercinta kita kalo bukan orang-orang yang dekat”
  • temen : “(masih tersenyum dan masih duduk didepan komputernya)”
  • ãñÐrî : “Yuk, ruangan bisa dikunci dulu… toh ndak bakalan digondol kucing ruangannya (sambil tersenyum juga)”
  • temen : “(sambil berjalan ringan, meninggalkan pekerjaannya di komputer)”
  • ãñÐrî : “(sambil berjalan juga, mengimbangi temen yang berjalan agak didepan… sambil merangkul pundaknya) gitu dong pak **** Gimana bisa menjadi Imam yang baik kalau belum bisa menjadi Makmum yang baik”
  • temen : “Heheee… iya juga, boleh juga tuh teorinya”
  • ãñÐrî : “dan bukan cuma teori pak, harus dipraktek’kan… Kalau mau jadi Imam yang baik, ya harus bisa jadi Makmum yang baik dulu”
  • temen : “Iya, sebenernya niat sih ada… tapi ya gitu, pelaksanaannya kadang terbengkalai”

(percakapan terputus sampai sini, karena sudah mendekati masjid)

Dari percakapan ringan itu, ãñÐrî terinspirasi untuk menuliskannya ke blog ini, karena setelah dipikir-pikir hal tersebut mungkin gak cuma bisa diterapkan dalam hal sholat berjamaah, tapi bisa juga diterapkan pada kehidupan sehari-hari, entah dalam keluarga… pekerjaan… sekolah… kampus… masyarakat… dan lain-lain.

Seorang Ayah yang baik biasanya dulunya berasal dari anak, dan tentu saja anak yang baik. Seorang Pimpinan yang baik biasanya dulunya berasal dari anak buah, dan tentu saja anak buah yang baik. Seorang Guru / Dosen yang baik biasanya dulunya berasal dari murid / mahasiswa, dan tentunya murid / mahasiswa yang baik. Seorang RT, Lurah, Walikota, Kepala Daerah, Gubernur bahkan Presiden yang baik dulunya juga seorang Rakyat biasa, dan mudah-mudahan adalah Rakyat yang baik.

Berhubung media massa sedang gencar-gencarnya kampanye, dan sudah dekatnya Pemilihan Umum baik Legislatif maupun Presiden… ãñÐrî punya pendapat seperti ini :

Tidak mungkin seorang Rakyat yang “Baik”, memilih Pemimpin yang “Tidak Baik”

Maka sebagai “Makmum” yang baik, mari kita pilih “Imam” yang baik…!

Juga… mari Belajar menjadi “Makmum” yang baik, sebelum menjadi “Imam” yang baik…

Belajar memaknai Kebebasan

Catatan Harian, pendidikan  Tagged , , 13 Comments »

ideaBismiLLahiRRohmaniRRohim…

Fenomena yang terjadi beberapa tahun terakhir ini (tentunya setelah mata ãñÐrî mulai terbuka lebar dalam memandang dunia) yang banyak terjadi disekitar kita, tidaklah jarang (bahkan terlalu sering) kita menemukan kata-kata BEBAS. Adalah pergaulan bebas, sex bebas, bebas berbicara, bebas berpendapat, bebas berorasi, bebas berekspresi, kebebasan pers, kebebasan menorehkan tulisan dalam blog, dan lain lain. Tapi apakah kita masih bisa memaknai apa arti dari sebuah kebebasan…?

Kadang kita menemui kawula muda entah itu laki-laki maupun wanita yang mengatakan begini :

  • “Ahhh kalo dirumah ada bokap gue ga bisa bebas…!”
  • “Wahhh enak juga yah kalo ngekost, gue bisa bebas tanpa pantauan bonyok…!”
  • “Asyik ga ada dosen, hari ini kita bebasss…!”
  • “Kalo disini mah bebas, mau ngapain aja silahkan…!”
  • “Gue pengen bebas, ga ada tekanan, ga ada kekangan dari siapapun kapanpun…!”

Juga kata-kata bebas yang lainnya yang kadang / sering dikeluarkan oleh anak muda jaman sekarang.

Atau juga [yang telah melewati melewati mudanya] kadang berpendapat :

  • “Sekarang kan era reformasi, jadi kita bisa bebas berbicara, berpendapat, berekspresi, berorasi, dll”
  • “Biarin anak saya saya bebasin aja, biar kreatif”
  • “Kan sekarang sudah zamannya kebebasan pers”
  • “Blog blog saya ini, mau saya isiin apa aja terserah saya dong”

Jadi apa makna kebebasan kalau begitu…?

Menurut pemikiran sederhana ãñÐrî, Orang yang berada dalam Kebebasan adalah orang yang berada dalam Kebenaran!

Mari kita ambil contoh kecil : (1) Kondisi dikala seseorang akan berkendara tapi terlupa [tersengaja] tidak membawa SIM / STNK, pasti baru ngliat orang pake celana coklat berhelm putih biru dan bersepatu pdl udah dag dig dug. Contoh lain : (2) Orang yang telah melakukan kejahatan tertentu, misalnya mencuri, baru denger sirine aja udah khawatir luar biasa, padahal mungkin itu sirine ambulance. Contoh lagi : (3) Anak Sekolah / Pegawai Negeri [yang masih memakai memakai seragam] pada jam sekolah / jam kerja, begitu melihat gurunya / pas ada razia pasti deg degan gak karuan. Atau : (4) Seorang karyawan  yang telat masuk kantor dan berpapasan dengan bosnya, juga (5) Seorang tokoh pada waktu diberi somasi atas sesuatu yang tidak menyenangkan,  dan juga conton-contoh yang lain.

Kalau kita berada dalam kondisi kebenaran, dalam rel yang benar dan dalam kondisi tidak melanggar sesuatu, bayangkan betapa tentramnya hati ini, betapa indahnya hari-hari yang kita lalui dan betapa BEBASNYA kita memaknai KEBEBASAN…


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in